Misteri Dibalik Lagu "Gloomy Sunday"

Ada yang pernah mendengarkan lagu ‘Gloomy Sunday’?
Lagu yang dianggap beberapa orang memiliki arti yang sangat menyeramkan dan menyedihkan itu menjadi sangat viral pada tahun 1935 silam. Lagu ini dipercaya membuat orang-orang yang mendengarkan lagu tersebut akan mempunyai keinginan untuk mengakihiri hidupnya tanpa ada alasan yang jelas. Berikut ini Sonavoda sudah merangkum dengan singkat tentang lagu ‘Gloomy Sunday’ ini.

Reszo Seress adalah seorang pianis yang berasal dari Hungarian. Pada tahun 1932 Reszo Seress menceritakan bahwa dirinya bermimpi menjadi pemain musik yang terkenal di Paris. Tetapi, mimpi hanyalah mimpi, lagu yang diciptakan oleh Reszo Seress tidak pernah menarik perhatian dari perindustrian musik. Reszo Seress pun tidak menyerah begitu saja ia tetap melakukan yang terbaik agar lagunya dapat diterima di dunia permusikan. Tetapi hal yang tidak diinginkan terjadi saat tunangannya tidak mendukung pekerjaan yazng dilakukan oleh Reszo Seress. Tunangannya menyuruhnya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih menjamin kehidupannya dimasa depan. Pertengkaran hebat antara Reszo dan tunangannya pun tidak dapat dihindari. Dan pada akhirnya hubungan mereka berakhir dengan perasaan dendam dan benci dengan satu sama lain.

Kala itu Reszo sedang duduk termenung tepat didepan pianonya, suasa mendungpun berubah saat hujan mulai turun dari langit. Reszo pun mulai memain-mainkan pianonya sampai akhirnya ia mempunyai ide untuk lagunya, “Minggu yang Suram (Gloomy Sunday)! Ya itu akan menjadi lagu baruku.” katanya sambil mulai menuliskan notasi-notasi dan mengubah lagu itu hanya dalam waktu 30 menit. Setelah mengirimkan lagu tersebut ke produser musik, Reszo berharap lagu barunya tersebut akan diterima. Akan tetapi produser musik tersebut mengatakan bahwa nada dari lagu ‘Gloomy Sunday’ tersebut terlalu menyedihkan dan menolaknya. Reszo pun mengirimkan lagu tersebut ke produser musik lainnya. Kali ini lagunya diterima dan penerbit musik tersebut mengatakan bawah lagu yang di ciptakan oleh Reszo akan didistribusikan ke seluruh dunia. Reszo pun senang bukan main mendengar hal tersebut.

Beberapa bulan setelah penerbitan lagu ‘Gloomy Sunday’, kejadian-kejadian aneh dan menyeramkan pun sering terjadi. Banyak sekali kasus bunuh diri yang dipercaya diakibatkan oleh lagu tersebut. Salah satunya adalah, seorang perempuan yang ditemukan dilantai kamarnya dengan keadaan tidak bernyawa beserta dengan salinan dari lirik lagu ‘Gloomy Sunday’.

Ada pula yang mengatakan bahwa dirinya amat sangat tertekanan di karenakan oleh lagu tersebut dan menembaki dirinya sendiri. Kekacaupun kerap terjadi. Di Hungarian tempat Reszo lahir pun melarang keras pemutaran lagu ‘Gloomy Sunday’ dikarenakan lagu itu dianggap sebagai meninggkatnya kasus bunuh diri terjadi. Ditambah pemerintahan Hungarian saat itu sedang sangat tidak stabil. Tak hanya Hungarian Amerika dan Inggris pun melarang pemutaran musik tersebut dinegaranya.

Sebelumnya lagu Gloomy Sunday di ciptakan oleh seseorang yang bernama Laszlo Javor. Namun kejadian mengerikan pun terjadi pada Laszlo, selang beberapa waktu setelah pemutaran lagu tersebut kekasihnya meninggalkan surat yang berisi tentang niatnya untuk bunuh diri setelah mendengarkan lagu Gloomy Sunday, dan akhirnya benar-benar mengakhiri hidupnya.

Laszlo pun sangat amat terpukul atas kejadian tersebut, lagu yang ia ciptakan untuk sang kekasih malah membuat sang kekasih mengakhiri hidupnya. Tak berapa lama setelah sang kekasih bunuh diri, Laszlo mengalami serangan jantung dan meninggal pada tanggal 21 Febuari 1956. Kasus bunuh diri yang terjadi mencapai 200 kasus dari seluruh dunia, kasus bunuh diri ini dipercaya berkaitan dengan lagu Gloomy Sunday. Pada tahun 1968 Reszo Seress yang mengubah lagu tersebut pun mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari sebuh gedung tingkat delapan. Bukan hanya mengakhiri hidupnya, setelah lagu Gloomy Sunday tersebut dirilis dirinya merasa bahwa ia tidak akan bisa lagu untuk merilis lagu keduanya. Sebelum mengakhiri hidupnya Reszo mengungkapkan bahwa lagu tersebut adalah curahan patah hati yang sedang ia alami waktu dan itu membuat dirinya menjadi lebih putus asa.

Billie Holiday adalah seoarang penyanyi yang menyanyikan kembali lagu Gloomy Sunday. Hal itu membuat Billie Holiday menjadi hits dan lagi-lagi lagu itu diputar kembali diberbagai pusat stasiun radio. Dan ketika lagu tersebut diputarkan kembali kasus bunuh diripun menjadi meningkat lebih pesat. Pada tahun 1997 Billie Holiday, sang penyanyi yang mengcover lagu tersebut pun melakukan bunuh diri di Dundee, rumah ayahnya sendiri.

Inilah misteri dibalik lagu "Gloomy Sunday", bagaimana menurut Sahabat Sonavoda?


Baca Juga:

Polisi Wanita Cantik yang Sedang Viral di Media Sosial

Sufiana Maya Sari, Brigadir dua atau singkatan nya ‘Bripda’ adalah seorang anggota Polisi Wanita Polres yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Polwan cantik dengan kelahiran pada 7 Juli tahun 1996 yang satu ini memiliki ajaran mengenai bela diri yang cukup baik.

Seperti yang ia lakukan pada beberapa waktu yang lalu, ia dapat membekuk seseorang yang sedang mengedarkan narkoba. Sari mengaku bahwa dirinya tidak menduga akan mendapat tugas untuk menangkap seorang pengedar narkoba.

Sari tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapat tugas untuk menangkap seorang pengedar yang memiliki postur tubuh yang besar dibanding kan dengan tubuh nya sendiri. Polwan ini bahkan tidak menyangka jika dia harus mendapat tugas seperti ini, polwan ini harus meringkus pengedar obat-obatan terlarang yaitu narkoba yang memiliki badan yang berbeda jauh dengan badan polwan itu sendiri, namun polwan ini sudah di bekali ilmu bela diri yang dia miliki dan dia yakin untuk bisa meringkus si pengedar narkoba itu.

Alur kisah Brigadir dua Sufiana Maya Sari ini berawal ketika Narkoba Polres Karanganyar meminta bantuan dari Bribda Sulfiana untuk ikut serta dalam tugas menangkap si pengedar narkoba. Pengedar narkoba tersebut tidak kalah cerdik, ia mengikut sertakan sejumlah wanita untuk ikut serta melawan penangkapan polisi karna jumlah polisi wanita yang tidak memadai/mencukupi maka harus dilakukan penambahan. Tugas dari polisi wanita ini adalah untuk membantu meringkus pengedar narkoba yang lainnya, maka ditunjuk lah Bribda Sufiana untuk membantu proses penangkapan.

Tetapi ternyata kondisi dan situasi di lapangan sangatlah berbeda dari apa yang sudah di rencanakan, setelah lama menunggu, ternyata Bribda Sufiana harus langsung behadapan dengan si pengedar.
Malam itu pihak kepolisian mendapat kabar bahwa akan ada transaksi narkoba. Lokasi transaksi obat-obatan terlarang tersebut berada di bawah sebuah jembatan layang di jalan Solo Tawangmangu. Sejumlah anggota polisi dan Bribda Sulfiana datang dari Sat Narkoba Polres Karanganyar dan bersiap dia lokasi kejadian pukul 17.00 WIB.

Setelah sudah lama menunggu sampai sekitar 5 jam, akhirnya Bripda Sufiana melihat seseorang muncul dengan gerak-gerik nya cukup mencurigakan. Bribda Sulfiana datang dan mencoba untuk memberhenti kan orang tersebut tetapi orang tersebut tidak menghiraukan Bribda Sufiana sama sekali. Bribda Sufiana tetap berusaha keras untuk melumpuhkan orang tersebut.

Karna sudah di bekali bela diri dan di temani sejumlah anggota dari Sat Narkoba, akhirnya si pelaku pun menyerah. Di lakukan pemeriksaan di seluruh badan pengedar narkoba tersebut. Setelah pemeriksaan tersebut di temukan nya barang bukti yang menyerupai salah satu jenis narkoba berjenis sabu yang disimpan oleh sang pengedar di dalam dompetnya sendiri. Dari hasil penangkapan polisi juga sudah mengamankan satu buah handphone merk Polytron berwarna hitam dan satu buah motor dengan merk Honda Supra yang berplat AD 3383 SA.

“Saya merasa bangga sekali bisa ikut penangkapan ini dan merupakan pengalaman yang pertama untuk saya bisa meringkus seorang tersangka narkoba di Karanganyar,” kata Bribda Sufiana.

Kepala Kepolisian Resor Karanganyar yang bernama AKBP Ade Safri Simanjuntak memberikan penghargaan atas prestasi yang dilakukan oleh seorang anak buahnya. Pak Ade berjanji akan memberikan apresiasi ke setiap personel Sat Narkoba Polisi Resor Karanganyar yang akhir - akhir ini berhasil menangkap banyak kasus tentang narkoba.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menghargai prestasi yang di miliki oleh Bribda Sufiana, bahkan dia juga berjanji akan memberikan penghargaan kepada seluruh personil karena telah berhasil menangkap banyak kasus-kasus narkoba.


Baca Juga:
- Floating Market Tempat Wisata Baru Dari Bandung
- Beberapa Manfaat Olahraga yang Perlu Kamu Ketahui
- Inilah Kisah Seorang Pak Ogah 'Tukang Parkir Jalanan'

Search